Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Market

Aliran Modal Asing Turun: SBN dan SRBI Merosot, Bagaimana Nasib Saham?

Analisis terbaru aliran modal asing di pasar keuangan Indonesia. Perubahan signifikan dalam transaksi SBN, SRBI, dan saham. Stabilitas ekonomi diawasi dengan cermat

Author's avatar Intervest
by Intervest Feb 19, 2024 16:17:01
Aliran Modal Asing Turun: SBN dan SRBI Merosot, Bagaimana Nasib Saham? Image's

Aliran modal asing dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mengalami perubahan signifikan selama periode 8-11 Januari 2024. Total keluar dari SBN mencapai Rp 3,21 triliun dan SRBI sebesar Rp 480 miliar, sementara aliran modal masuk ke pasar saham mencapai Rp 2,08 triliun.

Dengan demikian, selama periode tersebut, tercatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 1,61 triliun. Data transaksi tersebut menunjukkan bahwa nonresiden melakukan jual neto sebesar Rp 1,61 triliun, dengan rincian jual neto SBN Rp 3,21 triliun, beli neto saham Rp 2,08 triliun, dan jual neto SRBI Rp 0,48 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, menyampaikan informasi ini dalam keterangan tertulis pada Minggu (14/1/2024). Hingga 11 Januari 2024, kumulatif transaksi menunjukkan bahwa nonresiden melakukan beli neto SBN sebesar Rp 3,11 triliun, beli neto saham Rp 5,96 triliun, dan beli neto SRBI Rp 7,22 triliun.

Bank Indonesia juga mencatat perubahan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (US Treasury Note) bertenor 10 tahun naik menjadi 3,966% per Kamis (11/1). Sebaliknya, yield SBN Indonesia bertenor 10 tahun turun menjadi 6,62% pada Jumat (12/1).

Selain itu, nilai premi risiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia 5 tahun mengalami penurunan menjadi 72,48 basis poin pada 11 Januari 2024. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI menunjukkan nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.559 per dolar AS pada Jumat (12/1).

Erwin menegaskan bahwa Bank Indonesia terus mengkoordinasikan dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Dengan keluarnya investor asing dari SBN dan SRBI, bisa jadi pasar saham menjadi opsi menarik. Meskipun terjadi penurunan di pasar keuangan domestik, peluang untuk investasi di saham dapat muncul. Investor mungkin akan mencari alternatif yang lebih menguntungkan dan berisiko rendah. Oleh karena itu, strategi dan keputusan investor asing selanjutnya dapat memainkan peran kunci dalam dinamika pasar saham di masa mendatang.

Share to :
33
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io