Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Pemula

Apa Itu Drawdown dalam Trading?

Drawdown dalam trading adalah penurunan nilai aset dari harga belinya, penting untuk mengukur risiko dan evaluasi performa.

Author's avatar Intervest
by Intervest May 04, 2024 13:12:57
Apa Itu Drawdown dalam Trading? Image's

Dalam trading, drawdown merujuk pada penurunan nilai dari puncak tertinggi hingga titik terendah dalam suatu periode. Penting bagi para trader untuk memahami drawdown karena dapat memberikan gambaran tentang risiko yang mungkin terjadi dalam investasi mereka. Semakin besar drawdown, semakin besar pula potensi kerugian yang harus dihadapi trader. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang drawdown dapat membantu trader mengelola risiko dengan lebih efektif dan membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana.

Definisi Drawdown

Secara sederhana, drawdown adalah penurunan nilai aset dari harga belinya hingga titik terendahnya dalam suatu periode tertentu. Biasanya diukur dalam persentase, drawdown memberikan gambaran tentang seberapa besar kerugian yang mungkin dialami oleh seorang trader.

Sebagai contoh, jika seseorang membeli saham dengan harga Rp1 juta dan nilainya turun menjadi Rp900.000, maka drawdown yang dialami adalah sebesar 10%. Dengan demikian, drawdown adalah parameter penting yang perlu diperhatikan dalam mengelola risiko investasi.

Mengapa Trader Perlu Mengetahui Drawdown?

Mengetahui drawdown sangat penting bagi para trader karena alasan-alasan berikut:

1. Mengukur Risiko

Drawdown membantu trader dalam mengukur risiko sebuah instrumen aset secara historis, sehingga mereka dapat membandingkannya dengan instrumen lain sebelum memilih untuk berinvestasi.

2. Evaluasi Performa

Data drawdown memungkinkan investor untuk mengevaluasi performa trading mereka. Ini membantu mereka memahami besaran potensi kerugian yang mungkin terjadi dan digunakan sebagai bahan evaluasi trading.

3. Merepresentasikan Volatilitas Pasar

Drawdown juga mencerminkan volatilitas pasar dan efektivitas trading. Hal ini membantu trader dalam merencanakan diversifikasi aset yang tepat.

Jenis-Jenis Drawdown

Terdapat tiga jenis drawdown yang umum dikenal, yaitu:

1. Absolute Drawdown

Mengukur drawdown menggunakan nilai absolut, biasanya dalam satuan mata uang. Ini membantu trader memahami risiko awal dari kegiatan trading.

2. Maximal Drawdown (MDD)

Jenis drawdown ini menghitung penurunan nilai modal awal setelah dikurangi kerugian dari trading secara beruntun. MDD sering dianggap sebagai representasi umum dari drawdown.

3. Relative Drawdown

Mencerminkan kondisi sementara dari aktivitas trading dengan menghitung rasio antara modal awal dengan unrealized profit dan loss. Persentase relatif ini mencerminkan tingkat profitabilitas suatu portofolio atau aset.

Cara Menghadapi Drawdown

Menghadapi drawdown adalah bagian tak terpisahkan dari aktivitas trading. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi drawdown:

1. Menentukan Toleransi Drawdown

Tetapkan batas maksimal penurunan nilai aset yang bisa ditoleransi dan persiapkan strategi pemulihan yang tepat.

2. Tentukan Titik Stop Loss

Pasang titik stop loss untuk membatasi kerugian dan mengamankan investasi.

Menghadapi drawdown membutuhkan pemahaman yang baik tentang risiko dan strategi yang tepat untuk meminimalkan dampaknya. Dengan persiapan yang matang, trader dapat menghadapi drawdown dengan lebih percaya diri dan mengelola risiko dengan lebih baik.

Share to :
34
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io