Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Saham

Bursa Efek Indonesia Pertimbangkan Delisting COWL setelah 42 Bulan Suspensi

BEI mempertimbangkan delisting COWL setelah 42 bulan suspensi. Perusahaan menghadapi dampak signifikan, termasuk penjualan aset penting seperti Plaza Atrium Senen.

Author's avatar Intervest
by Intervest Apr 29, 2024 12:45:56
Bursa Efek Indonesia Pertimbangkan Delisting COWL setelah 42 Bulan Suspensi Image's

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi kemungkinan delisting atau penghapusan saham PT Cowell Development Tbk. (COWL) setelah mengalami suspensi selama 42 bulan, berdasarkan pengumuman pada 13 Januari 2024. BEI merujuk pada Pengumuman Bursa No. Peng-SPT-00016/BEI.PP3/07-2020 dan Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan Saham di Bursa.

Delisting dapat terjadi apabila perusahaan menghadapi kondisi atau peristiwa yang signifikan dan merugikan kelangsungan usaha, baik finansial maupun hukum. BEI menekankan bahwa keputusan ini juga mempertimbangkan dampak terhadap status perusahaan sebagai perusahaan terbuka dan ketidakmampuan perusahaan untuk menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Penghapusan saham COWL juga terkait dengan suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, serta perdagangan di pasar negosiasi selama 24 bulan terakhir. Saat ini, masa suspensi saham COWL telah mencapai 42 bulan sejak 13 Januari 2024.

BEI mengimbau pihak berkepentingan untuk menghubungi sekretaris perusahaan, Pikoli Sinaga, dan meminta publik untuk memperhatikan informasi yang disampaikan oleh Perseroan. Selain itu, BEI memberikan susunan dewan komisaris dan direksi, bersama dengan informasi pemegang saham per 31 Desember 2022.

Perlu dicatat bahwa COWL baru-baru ini melepas aset andalannya, Plaza Atrium Senen, yang menyebabkan penurunan pendapatan secara signifikan. Pikoli Sinaga, Corporate Secretary COWL, menjelaskan bahwa penjualan aset tersebut terkait dengan eksekusi hak pengelolaan gedung oleh Euro Tanada atas fasilitas yang diberikan oleh PT Bank QNB Indonesia Tbk. dan Qatar National Bank (Q.S.C) Singapore Branch. Dampak dari pelepasan Plaza Atrium Senen adalah berkurangnya pendapatan COWL, yang merupakan pusat perbelanjaan penting di pusat Jakarta.

Share to :
26
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io