Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

Evaluasi Indeks LQ45: Prospek Cerah & Penambahan Saham Baru

Analisis terbaru tentang perubahan indeks LQ45 dan dampaknya pada pasar saham. Prospek cerah meski penambahan saham, fokus pada kinerja emiten.

Author's avatar Deanra
by Deanra Feb 19, 2024 22:49:21
Evaluasi Indeks LQ45: Prospek Cerah & Penambahan Saham Baru Image's

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyelesaikan evaluasi signifikan terhadap konstituen indeks LQ45, dan perubahan tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Februari hingga 31 Juli 2024. Penilaian dari berbagai analis menunjukkan bahwa indeks LQ45 masih memiliki prospek yang cerah ke depannya.

Menurut Head of Investment Specialist Sinarmas AM, Domingus Sinarta Ginting, prospek LQ45 tetap positif seiring dengan pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Dengan bobot saham LQ45 mencapai 64% di IHSG, indeks ini dianggap merepresentasikan mayoritas penggerak IHSG.

"Kami memperkirakan laba emiten secara keseluruhan masih cukup kuat dengan pertumbuhan 8% hingga 10% pada tahun ini," ujar Domingus kepada Bisnis, Kamis, (1/2/2024).

Terjadi penambahan empat saham baru dalam indeks LQ45, yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), dan PT Mitra Pack Tbk. (PTMP). Namun, perhatian pasar terfokus pada PTMP karena kapitalisasi pasarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan tiga emiten lainnya.

Meskipun market cap PTMP hanya Rp785,96 miliar per Kamis, (1/2/2024), dengan rasio free float sebesar 22,99% dan bobot indeks LQ45 hanya 0,01%, Domingus meyakinkan bahwa masuknya PTMP tidak akan mengurangi minat investor terhadap LQ45 atau portofolio reksa dana saham.

"PTMP tidak akan mengurangi minat investor pada LQ45 karena bobotnya yang sangat kecil pada LQ45 yakni 0,01%. Hal ini juga tidak akan mempengaruhi racikan portfolio Sinarmas AM karena pengaruh bobot yang minim tersebut," ungkap Domingus.

Pendapat senada datang dari Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan. Ia menilai bahwa masuknya PTMP ke LQ45 tidak akan berpengaruh pada minat investor, karena kinerja PTMP dinilai masih prospektif ke depannya.

Selama tahun 2023, PTMP berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp153 miliar, meningkat 12,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan juga tumbuh sebesar 20% secara tahunan, mencapai Rp12 miliar. Dengan ambisi kenaikan pendapatan sebesar 25% hingga 30% pada tahun 2024 setelah resmi masuk sebagai anggota baru Indeks LQ45, Reza meyakinkan bahwa hal ini tidak akan berdampak signifikan terhadap racikan portofolio reksa dana saham Henan AM.

"Masuknya PTMP ke dalam LQ45 juga tidak akan berdampak signifikan terhadap racikan portofolio reksa dana saham Henan AM," kata Reza kepada Bisnis, Kamis, (1/2/2024).

Reza menegaskan bahwa Henan AM tetap memegang strategi pengelolaan yang berfokus pada saham-saham dengan fundamental baik dan melakukan rotasi alokasi sektor. Beberapa saham yang menjadi top holdings pada reksa dana saham Henan AM antara lain AKRA, BBRI, BRPT, SMGR, SRTG, SSIA, dan TPIA.

Share to :
4
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io