Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
International

Gazprom, Raksasa Gas Rusia, Raup Keuntungan 762M Rupiah dari Laut Utara

Pendapatan Gazprom dari Laut Utara sebesar £39 juta (762M Rupiah), menyoroti peran Inggris dalam mendukung produksi gas dan dampaknya terhadap perang di Ukraina.

Author's avatar Intervest
by Intervest May 18, 2024 17:15:37
Gazprom, Raksasa Gas Rusia, Raup Keuntungan 762M Rupiah dari Laut Utara Image's

Gazprom, perusahaan gas Rusia, berhasil meraih uang sebanyak €45 juta atau sekitar Rp 762 Milyar (Kurs: 1 EUR = Rp16,947).dari ladang gas di Laut Utara tahun lalu. Mereka mengambil gas dari wilayah Inggris dan Belanda sejak 2020.

Menanggapi hal ini, Sir Ed Davey dari Partai Liberal Demokrat mengatakan bahwa dukungan finansial dari wilayah Inggris kepada Gazprom adalah "tidak dapat diterima" karena ikut mendukung "perang ilegal Putin di Ukraina."

Pemerintah Inggris berjanji untuk "meningkatkan tekanan ekonomi" terhadap Rusia sebagai tanggapan. Ladang Sillimanite, yang berjarak 200km dari pantai Belanda, dioperasikan bersama oleh Gazprom dan perusahaan Jerman, Wintershall.

Meskipun tidak ada indikasi pelanggaran hukum, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa memberlakukan sanksi ekonomi untuk membatasi keuntungan Rusia dari ekspor energi, dengan tujuan membatasi pendanaan perang di Ukraina.

Menurut laporan keuangan, Gazprom International UK mencatat laba sebelum pajak sebesar €45 juta pada tahun 2022. Gazprom juga membayar dividen sebesar €41 juta ke Gazprom International Projects BV di Belanda, pemilik langsung perusahaan ini. Dividen tambahan sebesar €1,7 juta dibayarkan pada Juni tahun ini.

Gazprom, yang sebagian besar dimiliki oleh negara Rusia, merupakan pembayar pajak terbesar di Rusia, menyumbang $80 miliar (£63 miliar) kepada pemerintah Rusia. Perusahaan ini juga terlibat dalam konflik di Ukraina.

Sir Ed mengkritik keputusan Inggris untuk membiarkan Gazprom beroperasi di Laut Utara, sementara kelompok advokasi Global Witness menyebutnya sebagai "bukti pendekatan yang tidak konsisten terhadap minyak dan gas Rusia."

Pemerintah Inggris, melalui jurubicaranya, menegaskan komitmen untuk "mencegah Rusia mengakses barang atau teknologi yang dapat digunakan untuk perang" dan bersikeras bahwa "Putin dan pendukungnya akan membayar harga atas invasi ilegal di Ukraina."

Gazprom juga mengubah kontrak penjualan gasnya dari Wintershall ke perusahaan perdagangan Swiss, Gunvor, menurut laporan keuangan.

Share to :
28
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io