Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Market

Gejolak Geopolitik Dorong Rebound Harga Emas: Ketegangan Korea dan China Meningkat

Temukan analisis mendalam tentang dampak ketegangan geopolitik Korea dan China terhadap harga emas global. Informasi terkini untuk keputusan investasi cerdas.

Author's avatar Deanra
by Deanra Feb 19, 2024 10:46:30
Gejolak Geopolitik Dorong Rebound Harga Emas: Ketegangan Korea dan China Meningkat Image's

JAKARTA — Pasar emas global menunjukkan potensi rebound pada awal pekan ini, Senin (29/1/2024), didorong oleh beberapa katalis, termasuk meningkatnya ketegangan antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut).

Pada penutupan pekan lalu, Jumat (26/1/2024), harga emas kontrak April 2024 di bursa Comex mengalami penurunan tipis sebesar 0,03% atau 0,70 poin, mencapai US$2.036,10 per troy ounce. Begitu juga dengan harga emas spot yang turun 0,11% atau 2,32 poin menuju US$2.018,52 per troy ounce.

Menurut analisis dari tim riset Monex Investindo, harga emas mengalami koreksi lebih dari US$11 sepanjang pekan lalu, mencapai level US$2.018 per troy ons. Meskipun serangkaian data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dirilis, namun belum mampu meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Maret, yang membuat harga emas tertekan.

Salah satu data yang menjadi perhatian adalah inflasi inti berdasarkan personal consumption expenditure (PCE), yang menjadi acuan bank sentral AS (The Fed) dalam menetapkan suku bunga. Pada Desember, inflasi PCE inti dilaporkan tumbuh 2,9% year-on-year (YoY), lebih rendah dari bulan sebelumnya 3,2% YoY dan ekspektasi di Trading Central sebesar 3,1% YoY.

"Meski rilis tersebut memberikan sentimen positif, namun belum cukup mendorong harga emas untuk melonjak," kata Monex dalam riset harian, Senin (29/1/2024).

Namun demikian, pada perdagangan hari ini, Monex memperkirakan harga emas memiliki potensi mendapatkan sentimen positif tambahan dari ketegangan geopolitik. Harga emas sudah mengalami "lompat" atau membentuk gap up di level US$2.025,39 per troy ons, yang merupakan pembukaan jauh lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya.

Berita tentang penghancuran monumen reunifikasi oleh Korea Utara dan penembakan rudal di lepas pantai timur telah menambah ketegangan. Selain itu, China juga mengirimkan pasukan mendekati Taiwan saat perundingan dengan Amerika Serikat berlangsung. Ketegangan ini membuat pelaku pasar khawatir akan terjadi perang, meningkatkan permintaan terhadap aset aman seperti emas.

Pasar juga tengah mengawasi pertemuan kebijakan The Fed pada 30-31 Januari. Meskipun diperkirakan suku bunga akan dipertahankan, ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Maret telah berkurang, menurut CME FedWatch Tool.

Suku bunga yang stabil dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan, sementara suku bunga rendah dapat menekan dolar AS sebagai aset aman, mendorong pilihan investasi ke emas.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank, menyatakan bahwa dalam jangka pendek, arah harga emas akan dipengaruhi oleh data ekonomi, dampaknya terhadap dolar AS, serta imbal hasil dan ekspektasi penurunan suku bunga.

Pukul 10.05 WIB, harga emas spot mengalami penguatan sebesar 0,36% atau 7,24 poin, mencapai US$2.025,76 per troy ounce. Begitu juga dengan harga emas kontrak Februari 2024 di bursa Comex, naik 0,28% atau 5,60 poin menuju US$2.041,70 per troy ounce.

Share to :
5
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io