Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

Gejolak Politik dan Potensi Mundurnya Sri Mulyani: Dampaknya Terasa di IHSG dan Kurs Rupiah

Ketegangan politik mempengaruhi IHSG dan nilai tukar rupiah. Analisis potensi mundur Sri Mulyani dan dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia.

Author's avatar Deanra
by Deanra Feb 19, 2024 19:39:13
Gejolak Politik dan Potensi Mundurnya Sri Mulyani: Dampaknya Terasa di IHSG dan Kurs Rupiah Image's

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan akibat sentimen politik yang semakin memanas. Desas-desus mengenai potensi mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dari Kabinet Indonesia Maju turut menambah gejolak di pasar keuangan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (25/1/2024), IHSG mengalami penurunan sebesar 0,69% atau 49 poin, mencapai level 7.178. Meskipun masih berada dalam zona hijau secara tahunan, pergerakan IHSG tahun ini telah terkoreksi sebesar 1,99% atau 145,55 poin.

Menurut analisis Tim Riset Phintraco Sekuritas, IHSG kemungkinan akan melanjutkan konsolidasi di kisaran 7.150—7.250, dengan potensi sideways di sekitar 7.200.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis melemah sebesar 0,72% atau 114 poin menjadi Rp15.826. Ini menjadi level terlemah sepanjang tahun ini, mendekati rekor terlemah pada Oktober 2023.

Analis Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan bahwa kurs rupiah masih akan mengalami fluktuasi dan cenderung melemah dalam rentang Rp15.810—Rp15.880. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Amerika Serikat yang tengah menguat.

Dinamika politik yang semakin memanas, terutama terkait desas-desus mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani, turut memengaruhi pasar keuangan. Kabar ini pertama kali muncul dalam acara Political Economic Outlook pada 13 Januari 2024, di mana ekonom senior Faisal Basri menyebut bahwa Sri Mulyani mungkin akan mundur secara moral.

Pernyataan Prabowo Subianto, capres nomor urut 02, yang menyebut penurunan kinerja pertahanan karena minimnya dukungan anggaran dari Kemenkeu, juga menambah kompleksitas situasi. Meski pihak Kementerian Keuangan membantahnya, kabar mundurnya Sri Mulyani semakin mencuat.

Beberapa sumber Bloomberg, yang enggan disebutkan identitasnya, menyatakan bahwa Sri Mulyani mempertimbangkan mundur, demikian pula Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Dukungan di belakang layar Presiden Joko Widodo terhadap Prabowo Subianto disebut sebagai salah satu penyebab potensi pengunduran diri menteri.

Ketegangan politik ini juga memunculkan kegelisahan di kalangan menteri, terutama dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Gibran Rakabuming Raka dapat berlaga di pemilu 2024.

Dalam konteks ini, Presiden Jokowi menyatakan bahwa dirinya berhak memihak pada salah satu paslon, namun tetap menekankan bahwa kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Hal ini memicu ketegangan lebih lanjut di pasar keuangan.

Head of Economics and Strategy di Mizuho Bank Ltd., Vishnu Varathan, menilai bahwa potensi gejolak politik tidak baik bagi investor, terutama karena Sri Mulyani dianggap sebagai sosok yang piawai dalam mengelola fiskal.

Di sisi lain, Equity Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Steven Gunawan, menyoroti bahwa sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh ketidakpastian mengenai siapa yang akan menjadi Menteri Keuangan jika pasangan Prabowo-Gibran memenangkan pemilu 2024.

Situasi ini menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan, dan investor terus memantau perkembangan politik yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi.

Share to :
8
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io