Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

IHSG Melemah Jelang Pilpres 2024, Saham Prajogo Pangestu Tekan Indeks Harga Saham Gabungan

Pergerakan IHSG turun menjelang Pilpres 2024. Saham-saham Prajogo Pangestu menekan pasar. Sentimen dalam dan luar negeri berdampak.

Author's avatar Deanra
by Deanra Feb 19, 2024 16:45:56
IHSG Melemah Jelang Pilpres 2024, Saham Prajogo Pangestu Tekan Indeks Harga Saham Gabungan Image's

IHSG Melemah Jelang Pilpres 2024, Saham Prajogo Pangestu Tekan Pergerakan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan kecenderungan melemah pada hari ini, Selasa (13/2/2024), menjelang gelaran Pilpres 2024. Pelemahan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya saham-saham milik Prajogo Pangestu seperti BRPT, TPIA, CUAN, dan BREN.

Pada pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat turun sebesar 0,44% atau 31,95 poin menjadi 7.265,71. Pergerakan IHSG pagi ini berada dalam rentang 7.254 hingga 7.304.

Dari data pantauan, terdapat 157 saham yang mengalami kenaikan, sementara 183 saham mengalami pelemahan, dan 224 saham stagnan. Saham-saham yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu menjadi salah satu faktor penekan pergerakan IHSG menjelang Pilpres 2024 dan quick count hasil Pilpres tersebut.

Saham TPIA terpantau mengalami penurunan sebesar 8,24% menjadi Rp4.680, saham BRPT turun 3,94% ke Rp975, saham BREN terkoreksi sebesar 4,13% ke Rp5.225, dan saham CUAN bahkan merosot 9,93% ke level Rp6.575.

Selain itu, saham-saham big cap lainnya juga mengalami tekanan, di antaranya adalah BBCA yang turun 0,26%, UNVR yang terkoreksi 3,08%, serta GOTO yang turun 1,16%.

Analis dari MNC Sekuritas menyoroti penguatan IHSG kemarin yang mencapai 0,86% ke level 7297 dengan volume pembelian yang meningkat. Meskipun demikian, pergerakan IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatannya karena masih berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).

Dalam skenario pesimis, IHSG saat ini berada di tahap akhir dari gelombang b di dalam gelombang (ii) yang bertujuan untuk menguji level 7.338. Namun, diperlukan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya koreksi menuju level terdekat di rentang 7.190-7.247.

Meski demikian, jika IHSG tetap bertahan di atas level 7.099, maka akan ada peluang untuk penguatan kembali dalam skenario optimis untuk menguji level 7.420-7.500. Level support terdekat terletak di 7.198 dan 7.099, sementara level resisten berada di 7.323 dan 7.350.

Ratih Mustikoningsih, seorang ahli keuangan dari Ajaib Sekuritas, menegaskan bahwa pada perdagangan Senin (12/2/2024), IHSG berhasil ditutup naik sebesar 0,86% atau 62,51 poin ke level 7.297,66. Untuk hari ini, Selasa (13/2/2024), IHSG diprediksi akan bergerak dengan tren mixed dan mengalami kenaikan yang terbatas dalam kisaran 7.240-7.325.

Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini meliputi laporan dari dalam negeri mengenai penjualan sepeda motor nasional yang mengalami koreksi sebesar 3,7% yoy pada Januari 2024. Namun, pertumbuhan tersebut sudah mengalami perbaikan dari kontraksi sebesar 11,6% yoy pada bulan Desember 2023. Secara bulanan (mom), penjualan sepeda motor pada Januari 2024 tumbuh sebesar 38,7%.

Di sisi lain, data domestik mengenai indeks keyakinan konsumen (IKK) dan penjualan ritel (retail sales) berpotensi tetap solid, yang dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.

Dalam rentang pekan pemilu ini (12-16 Februari 2024), pelaku pasar diharapkan untuk bersikap wait and see. Investor akan memantau hasil Pemilu 2024 yang akan diselenggarakan besok, Rabu (14/2/2024).

Dari luar negeri, fokus pasar akan tertuju pada rilis inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) yang berpotensi mengalami perlambatan. Hal ini mendapat tanggapan positif dari pelaku pasar, yang tercermin dari penguatan aset portofolio berisiko.

Sementara dari Asia, China melaporkan pertumbuhan jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2024 yang mencapai 8,7% yoy, lebih rendah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,7% yoy. Penyaluran kredit juga mengalami perlambatan dengan pertumbuhan 10,4% yoy, turun dari 10,6% yoy pada bulan Desember 2023.

Share to :
3
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io