Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Saham

IHSG Melemah Meski Saham Bank Fluktuatif, Fokus Pasar pada Kebijakan The Fed dan BI

IHSG mengalami pelemahan setelah BI pertahankan BI Rate. Simak fluktuasi saham bank dan dampaknya pada pasar, sementara pasar global dipenuhi ketidakpastian

Author's avatar Intervest
by Intervest Apr 02, 2024 17:16:34
IHSG Melemah Meski Saham Bank Fluktuatif, Fokus Pasar pada Kebijakan The Fed dan BI Image's

JAKARTA - Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan dan ditutup pada level 7.199 pada penutupan perdagangan, Rabu (17/1/2024). Pergerakan saham perbankan, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, bervariasi setelah pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Menurut data RTI pukul 16.00 WIB, dari 772 saham yang diperdagangkan, 197 menguat, 333 melemah, dan 242 stagnan. IHSG bergerak dalam kisaran 7.162-7.252, sementara kapitalisasi pasar turun menjadi Rp11.374 triliun dari sebelumnya Rp11.376 triliun.

Saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk. (GTRA) menjadi salah satu yang mengalami penurunan signifikan hari ini, turun 24,88% ke level Rp314 per saham. Begitu pula dengan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu, turun 4,21% ke level Rp3.410. Saham-saham lain seperti PWON, GOTO, AMMN, dan MNCN juga mengalami penurunan masing-masing 3,96%, 3,33%, 3,03%, dan 3,90%.

Di sisi positif, saham-saham perbankan mencatatkan penutupan bervariasi. Saham BBCA naik 0,52% ke level Rp9750, sementara BMRI stagnan pada Rp6.525. Namun, saham BBRI turun 0,86% ke level Rp5.775, dan BBNI turun 0,89% ke level Rp5.550.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa hari ini Bursa regional Asia mengalami pelemahan, dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang menurunkan ekspektasi terkait penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga.

Di dalam negeri, pasar memperhatikan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuannya. Meskipun BI memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga, konsensus pasar memprediksi akan dipertahankan di level 6% mengingat ketidakpastian global dan tekanan inflasi di beberapa negara.

Share to :
32
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io