Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Saham

Imlek, The Fed, dan Proyeksi Harga Emas 2024: Tantangan dan Peluang

Telusuri peluang emas di Imlek meski ekonomi China sulit, sementara The Fed berpengaruh. Analisis harga, saham terkini, dan rekomendasi investasi emas

Author's avatar Intervest
by Intervest Mar 03, 2024 13:32:19
Imlek, The Fed, dan Proyeksi Harga Emas 2024: Tantangan dan Peluang Image's

JAKARTA - Peluang permintaan emas jelang perayaan Imlek diprediksi akan terhambat oleh kondisi perekonomian China yang melemah. Meskipun momentum Imlek seharusnya mendorong permintaan emas, namun Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menjelaskan bahwa kondisi ekonomi China yang tidak stabil membuat peningkatan permintaan emas tidak signifikan.

Menurut Kiswoyo, yang secara signifikan mempengaruhi pasar emas adalah tindakan bank sentral. Di sisi lain, fluktuasi harga emas saat ini dipengaruhi oleh sentimen penurunan suku bunga yang diprediksi oleh The Fed. Kiswoyo memproyeksikan setidaknya tiga penurunan suku bunga oleh The Fed, mulai dari kuartal III/2023, yang berpotensi membuat harga emas menjadi volatil.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan bahwa pergerakan harga emas global masih berada dalam fase uptrend, namun dalam jangka pendek, emas masih akan menguji kembali rentang US$1.974 hingga US$2.011.

Berdasarkan data Bloomberg, harga kedua jenis emas, yaitu comex dan spot, terpantau menguat. Emas comex naik 0,48% menjadi US$2.031 per troy ounce, sementara emas spot naik 0,32% ke level US$2.029 per troy ounce.

Dampak fluktuasi harga emas global terlihat pada kinerja saham emiten emas di Indonesia. Mayoritas saham emas mengalami kenaikan, termasuk HRTA, ARCI, ANTM, dan MDKA. Kiswoyo menyoroti PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebagai emiten yang menarik, dengan cadangan emas besar dan rencana belanja modal yang signifikan.

Secara teknikal, rekomendasi saham MDKA adalah buy on weakness, dengan support di level Rp2.500 dan resistance di Rp3.000 per saham. Herditya juga merekomendasikan beberapa saham emas lainnya, seperti ANTM, ARCI, dan HRTA, dengan strategi buy on weakness dan speculative buy.

Dengan kondisi pasar yang dinamis, para investor perlu memantau perkembangan ekonomi China, kebijakan The Fed, dan fluktuasi harga emas untuk membuat keputusan investasi yang cerdas.

Share to :
13
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io