Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Saham

JP Morgan Naikkan Peringkat Underweight, PGAS Alami Risiko Defisit Gas.

JP Morgan peringatkan risiko defisit gas di PGAS, rekomendasi underweight. Strategi diversifikasi ke LNG sebagai langkah antisipasi

Author's avatar Intervest
by Intervest May 16, 2024 13:14:16
JP Morgan Naikkan Peringkat Underweight, PGAS Alami Risiko Defisit Gas. Image's

JAKARTA — Analisis terbaru dari kalangan ahli dan perbankan investasi menyoroti perubahan pandangan terhadap saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) oleh Grup Pertamina. JP Morgan, bank investasi asal Amerika Serikat, baru-baru ini memperingatkan risiko yang lebih besar terkait saham PGAS dengan menaikkan peringkat underweight.

Dari 21 analis yang mengkaji PGAS dalam konsensus Bloomberg, lima di antaranya baru-baru ini mengubah pandangan mereka. Dua analis menyarankan untuk menjual atau underweight, dua merekomendasikan untuk menahan, dan satu menyarankan pembelian.

Arnanto Januari, kepala analis JP Morgan, telah memberikan peringkat underweight sejak Maret 2023. Bank ini telah mengubah target harga saham dua kali sejak itu, naik menjadi Rp1.150 pada Juli 2023, dan kemudian turun menjadi Rp950 pada November 2023.

Meskipun PGAS mengalami kenaikan 0,88% secara year-to-date, saham ini telah mengalami penurunan signifikan selama satu tahun terakhir, turun sebesar 37,36%. Sentimen negatif sepanjang tahun lalu, termasuk penolakan permohonan kenaikan harga gas dan force majeure atas kontrak LNG ke Singapura, memengaruhi kinerja saham PGAS.

Pada 19 Desember 2023, PGAS menandatangani perjanjian jual beli gas (GSPA) dengan Medco untuk Blok Koridor. Meski kontrak tersebut tidak mencakup kenaikan harga, JP Morgan menganggapnya negatif karena alokasi pasokan gas 410 BBTUD pada 2024 20% lebih rendah dari kontrak sebelumnya.

JP Morgan memperkirakan bahwa PGAS akan menghadapi risiko defisit pasokan gas yang lebih besar setelah 2024, terutama jika ingin mempertahankan volume pasokan 410 BBTUD setiap tahunnya. Blok Koridor menyumbang 50-60% dari total pasokan gas PGAS.

Selain itu, risiko rapor merah pada kuartal IV/2023 akibat penghapusan kontrak penjualan LNG dengan Gunvor dapat memengaruhi margin distribusi gas PGAS negatif.

JP Morgan memproyeksikan pendapatan PGAS sebesar Rp3,68 triliun dan laba sebesar Rp233 miliar untuk tahun 2024, dengan penurunan dari proyeksi 2023. Diversifikasi bisnis ke LNG dianggap sebagai strategi PGAS untuk mengatasi kondisi force majeure, meskipun intensifikasi koordinasi dengan pihak terkait masih diperlukan. Sekretaris Perusahaan PGAS, Rachmat Hutama, menyatakan upaya aktif dalam mendiversifikasi portofolio pasokan gas bumi melalui penggunaan pasokan konvensional dan opsi LNG.

Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, PGAS berharap dapat beradaptasi dan menerima berbagai jenis sumber gas, termasuk gas pipa, CNG, dan LNG, sebagai langkah untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnisnya.

Share to :
202
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io