Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Bumn

Kontribusi Signifikan: Dividen BUMN 2023 Lonjakan 100% ke Rp 81,5 Triliun

Telusuri lonjakan dividen BUMN 2023, kontribusi luar biasa terhadap PNBP. Analisis mendalam kinerja ekonomi dan faktor pendukungnya.

Author's avatar Intervest
by Intervest Feb 19, 2024 23:36:36
Kontribusi Signifikan: Dividen BUMN 2023 Lonjakan 100% ke Rp 81,5 Triliun Image's

Pada pertengahan Desember 2023, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp 554,5 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,1% secara year on year (YoY). Namun, yang menjadi sorotan adalah kontribusi besar dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) atau dividen BUMN, yang mencapai rekor Rp 81,5 triliun.

Menteri Keuangan: Dividen BUMN Mencapai Rekor

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan prestasi gemilang ini dalam Konferensi Pers APBN KiTa pada Jumat, 15 Desember 2023. Realisasi dividen BUMN mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 100,9% secara tahunan. "PNBP yang cukup baik berasal dari dividen BUMN, dengan realisasi mencapai Rp 81,5 triliun," ujar Sri Mulyani.

Setoran Dividen BUMN Menyokong Kinerja Positif

Setoran dividen BUMN secara signifikan menyumbang pada kinerja positif KND. Secara rinci, sektor perbankan berkontribusi Rp 40,8 triliun, sementara sektor non perbankan juga memberikan sumbangan besar, mencapai Rp 40,7 triliun.

Capaian Luar Biasa: Melampaui Target APBN

Hal ini sejalan dengan Perpres 75/2023 yang mengatur besaran dividen BUMN sebesar Rp 81,5 triliun. Meskipun Undang-Undang APBN 2023 menargetkan dividen BUMN hanya sebesar Rp 49 triliun, realisasi yang melampaui target ini menunjukkan kemampuan BUMN, terutama yang sehat, membayarkan dividen dengan kenaikan yang cukup tinggi.

Penerimaan SDA Non-Migas: Pertumbuhan Tajam

Sementara itu, penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) non-migas juga menunjukkan kinerja membanggakan dengan pertumbuhan 21,2% YoY, mencapai Rp 131 triliun. Faktor pendukungnya antara lain penyesuaian tarif batu bara berdasarkan PP 26 Tahun 2022.

Faktor Pendukung: Tarif Batu Bara dan Sistem Pengawasan

Tarif batu bara yang disesuaikan dan sistem pengawasan yang efektif, seperti implementasi Automatic Blocking System (ABS), pemanfaatan data analitik SIMBARA, serta profiling wajib bayar, turut membantu mencapai prestasi luar biasa ini.

Tantangan di Sektor Migas: Kontraksi 20%

Di sisi lain, penerimaan SDA migas mengalami kontraksi sebesar 20%, mencapai Rp 109 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya Indonesian Crude Price (ICP) dan lifting minyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Kesimpulan

Prestasi gemilang dividen BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan PNBP. Kontribusi yang signifikan dari sektor ini mencerminkan kesehatan dan kontribusi positif BUMN terhadap perekonomian nasional.

Share to :
41
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io