Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

A Comportable Place for You

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

NICL Optimistis dengan Proyeksi Pertumbuhan Kinerja 2024

Proyeksi Pertumbuhan NICL 2024: Target penjualan Rp 1,2 triliun & laba bersih Rp 115 miliar. Strategi operasional & penguatan harga nikel mendukung kesuksesan perusahaan.

Author's avatar Intervest
by Intervest Jun 17, 2024 01:52:31
NICL Optimistis dengan Proyeksi Pertumbuhan Kinerja 2024 Image's

 PT PAM Mineral Tbk (NICL) menunjukkan optimisme terhadap kinerja keuangan tahun ini seiring dengan tren penguatan harga komoditas nikel. Direktur NICL, Herman, menyatakan bahwa perusahaan memproyeksikan pertumbuhan yang signifikan dalam pendapatan dan laba bersih tahun 2024.

"Dari omset penjualan, target perusahaan kita adalah sebesar Rp 1,2 triliun dengan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 115 miliar," ungkap Herman dalam public expose pada Rabu (29/5).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2023 lalu, NICL mencatat pendapatan sebesar Rp 1,14 triliun dan laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 27,72 miliar. Melihat pencapaian ini, proyeksi tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dalam pendapatan maupun laba bersih.

Target Keuangan 2025 dan 2026

Dalam rencana jangka menengah, NICL menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dalam tiga tahun ke depan. Pada 2025, perusahaan memproyeksikan penjualan mencapai Rp 1,4 triliun dan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 121 miliar. Target ini akan terus meningkat pada 2026 dengan penjualan sebesar Rp 1,52 triliun dan laba bersih sebesar Rp 125 miliar.

Strategi untuk Menjaga Kinerja Operasi

Direktur NICL, Roni Permadi Kusumah, mengungkapkan beberapa strategi yang akan diimplementasikan untuk menjaga kinerja operasi perusahaan. Salah satu langkah utama adalah melanjutkan kegiatan pengeboran berupa infill dan twin hole untuk pengembangan sumber daya dan cadangan tambang.

"Target produksi tahun 2024 untuk perusahaan adalah sebesar 800.000 wet metric ton (WMT) dan entitas anak sebesar 1,79 juta WMT. Sementara rencana penjualan tahun 2024 sebesar 2,59 juta ton ore," kata Roni.

Selain itu, untuk mendukung pencapaian target ke depan, manajemen NICL juga berencana merevisi dokumen feasibility study (FS) dan AMDAL guna memperpanjang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Tantangan pada Kuartal I 2024

Meskipun optimis dengan proyeksi tahunan, laporan keuangan kuartal I 2024 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan NICL tercatat sebesar Rp 116,79 miliar, turun 54,97% dari Rp 259,41 miliar pada kuartal I 2023. Laba bersih NICL juga turun drastis, hanya mencapai Rp 12,19 miliar atau turun 78,23% dari Rp 56,04 miliar pada kuartal I 2023.

Penurunan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan pada awal tahun. Namun, manajemen NICL tetap optimis bahwa dengan implementasi strategi yang tepat, mereka dapat mencapai target tahunan yang telah ditetapkan.

Faktor Pendukung Pertumbuhan

Tren penguatan harga komoditas nikel menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme NICL. Permintaan global yang meningkat, terutama dari industri kendaraan listrik, menjadi pendorong utama harga nikel di pasar internasional. Dengan memanfaatkan kondisi pasar yang menguntungkan ini, NICL berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan eksplorasi untuk memperkuat posisi keuangannya.

Prospek Jangka Panjang

NICL tidak hanya fokus pada target jangka pendek, tetapi juga merencanakan langkah-langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang. Salah satu inisiatif penting adalah revisi dokumen feasibility study (FS) dan AMDAL. Langkah ini diharapkan dapat memperpanjang izin usaha pertambangan dan memastikan kelangsungan operasional perusahaan dalam jangka panjang.

Dengan strategi yang terencana dan langkah-langkah yang telah dipersiapkan, NICL optimistis dapat mencapai target keuangan yang telah ditetapkan dan terus memberikan kontribusi positif bagi industri nikel di Indonesia.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, PT PAM Mineral Tbk (NICL) menunjukkan proyeksi pertumbuhan yang kuat untuk tahun 2024 meskipun menghadapi tantangan pada awal tahun. Dengan target penjualan sebesar Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp 115 miliar, perusahaan ini berkomitmen untuk menjaga kinerja positif melalui berbagai strategi operasional dan pengembangan sumber daya. Optimisme ini didukung oleh tren penguatan harga komoditas nikel, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan di masa depan.

Share to :
16
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io