Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

Pasar Batu Bara dan CPO Alami Fluktuasi, India Proyeksikan Pertumbuhan Produksi

Selamat datang di halaman berita terkini! Ikuti fluktuasi pasar batu bara dan CPO, serta proyeksi pertumbuhan produksi India. Informasi lengkap di sini.

Author's avatar Deanra
by Deanra Feb 19, 2024 06:24:24
Pasar Batu Bara dan CPO Alami Fluktuasi, India Proyeksikan Pertumbuhan Produksi Image's

JAKARTA - Pasar komoditas batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO) mengalami fluktuasi yang signifikan dalam sepekan terakhir. Menurut data terbaru dari Bloomberg, harga batu bara kontrak Februari 2024 di ICE Newcastle mengalami kenaikan sebesar 0,65%, mencapai 116,75 metrik ton pada perdagangan Jumat (2/2). Meskipun mengalami penguatan tersebut, kontrak ini masih mencatat pelemahan sebesar -1,89% dalam seminggu.

Sementara itu, kontrak pengiriman Maret 2024 untuk batu bara juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,48%, mencapai 119,90 per metrik ton. Dalam kontrast dengan kontrak Februari, kontrak ini menunjukkan penguatan sebesar 2,35% dalam seminggu.

Pemerintah India memproyeksikan pertumbuhan produksi batu bara domestik sebesar 10,9% menjadi 1.134,8 juta metrik ton pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025. Namun, ada proyeksi penurunan pangsa produksi secara keseluruhan dari 80% pada tahun 2022-2023 menjadi 75%. India juga berencana untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara dengan kapasitas gabungan 13,9 GW pada tahun ini, meningkatkan kapasitas lebih dari empat kali lipat rata-rata tahunan dalam lima tahun terakhir.

Di pasar CPO, harga kontrak Maret 2024 di bursa derivatif Malaysia melemah sebesar -26 poin menjadi 3.790 ringgit per metrik ton. Kontrak April 2024 juga mencatatkan penurunan sebesar -36 poin, mencapai 3.762 per metrik ton, dengan pelemahan -5,76% dalam sepekan. Para analis memperkirakan potensi kenaikan harga CPO dalam minggu ini karena lemahnya produksi, yang dapat mengurangi tingkat stok secara keseluruhan di Malaysia.

Namun, direktur Palm Oil Analytics (Fastmarkets), Sathia Varqa, menyampaikan kekhawatiran terkait penurunan daya saing CPO terhadap minyak kedelai. Varqa juga memproyeksikan penurunan ekspor Malaysia untuk minyak kelapa sawit pada Januari 2024 sebesar 7%-10% dibandingkan bulan sebelumnya, menciptakan tantangan baru di pasar internasional.

Sejalan dengan itu, para pedagang dan analis menyarankan pemantauan yang cermat terhadap perubahan dinamika pasar ini untuk mengantisipasi potensi dampaknya pada sektor energi dan ekonomi global.

Share to :
1
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io