Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

Penguatan Kepemilikan Saham BRIS oleh Capital Group, Vanguard, dan JP Morgan Dorong Kinerja Positif Bank Syariah

Simak pertumbuhan positif Bank Syariah Indonesia (BRIS) dengan kenaikan kepemilikan saham oleh Capital Group, Vanguard, dan JP Morgan. Laba meningkat, kinerja moncer.

Author's avatar Deanra
by Deanra May 22, 2024 15:55:06
Penguatan Kepemilikan Saham BRIS oleh Capital Group, Vanguard, dan JP Morgan Dorong Kinerja Positif Bank Syariah Image's

JAKARTA - Perusahaan-perusahaan keuangan global, yaitu Capital Group, Vanguard, dan JP Morgan, secara konsisten meningkatkan kepemilikan saham mereka di PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) dalam setahun terakhir. Berdasarkan informasi dari terminal Bloomberg (1/2), The Capital Group Cos Inc. saat ini menguasai 332,34 juta lembar saham BRIS. Kepemilikan ini terus meningkat sejak kuartal III/2023.

Berdasarkan catatan Bloomberg, Capital Group secara rutin menambah jumlah saham BRIS yang mereka pegang. Pada kuartal I/2023, jumlah saham mencapai 196,76 juta lembar, kemudian meningkat menjadi 216 juta lembar pada kuartal II/2023.

JP Morgan Chase & Co juga tercatat sebagai lembaga keuangan dari Amerika Serikat yang meningkatkan kepemilikan saham BRIS. Pada awal tahun 2024, JP Morgan memegang 127,22 juta lembar saham, naik dari posisi 1,25 juta pada kuartal I/2023. Sementara Vanguard Group Inc, lembaga keuangan lainnya, memiliki 125,87 juta lembar saham BRIS pada awal 2024, meningkat dari 114,39 juta pada kuartal I/2023.

Pada penutupan perdagangan Kamis (1/2), saham BRIS mencapai level Rp2.300 per lembar, menunjukkan kenaikan sebesar 32,18% secara year-to-date (YtD). Pergerakan ini turut mengerek kapitalisasi pasar bank syariah ini hingga mencapai Rp106,10 triliun.

Untuk diketahui, BRIS, yang genap berusia 3 tahun pada 1 Februari 2024, merupakan hasil gabungan dari tiga bank syariah milik pemerintah: Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Saat ini, mayoritas kepemilikan BRIS dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan porsi 51,47%, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan 23,24%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan 15,38% saham BRIS.

Sementara dari sisi kinerja, BRIS menunjukkan pertumbuhan positif yang signifikan. Laba bersih BRIS meningkat dari Rp3,02 triliun pada 2021 menjadi Rp5,7 triliun pada 2023, mencatatkan kenaikan 33,8% secara year-on-year (YoY). Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan optimisme bahwa kinerja positif ini akan berlanjut di kuartal I/2024, didukung oleh indikasi penurunan suku bunga global dan nasional.

Dari segi intermediasi, BRIS berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp240,31 triliun pada 2023, naik 15,7% YoY dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan ini didominasi oleh segmen konsumer dan wholesale, melampaui pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan.

Pendapatan BRIS dari penyaluran dana juga tumbuh 13,13% menjadi Rp23,15 triliun pada 2023, sementara pendapatan setelah distribusi bagi hasil mencapai Rp17,16 triliun, meningkat 4,41% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga meningkat 12,1% YoY menjadi Rp4,16 triliun.

Selain itu, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) BRIS mengalami perbaikan, dengan NPF gross turun menjadi 2,08% dari sebelumnya 2,42%. Begitu juga dengan rasio NPF net, yang turun menjadi 0,55% dari 0,57%.

Dari sisi pendanaan, BRIS berhasil mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp293,77 triliun pada 2023, naik 12,3% YoY. Porsi dana murah (CASA) terhadap total DPK mencapai 60,6%, memberikan dampak positif terhadap biaya dana yang lebih mura

Direktur Keuangan BSI, Ade Cahyo Nugroho, menekankan bahwa tabungan merupakan tulang punggung BRIS, dengan pertumbuhan mencapai 7,08%. Berbagai rasio profitabilitas bank, seperti return on asset (ROA) sebesar 2,34%, return on equity (ROE) sebesar 16,9%, dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 21%, juga menunjukkan perbaikan yang signifikan pada akhir 2023.

Share to :
94
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io