Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --

Pergeseran Pasar Minyak Global: Dampak Pergolakan di Laut Merah Terhadap Pola Pembelian dan Harga

Pergeseran drastis di pasar minyak: Tarif tinggi, lonjakan harga, dan dilema pasokan. Analisis dampak pergolakan di Laut Merah terhadap dinamika perdagangan global.

Author's avatar Deanra
by Deanra Feb 19, 2024 21:36:47
Pergeseran Pasar Minyak Global: Dampak Pergolakan di Laut Merah Terhadap Pola Pembelian dan Harga Image's

Jakarta — Pergeseran dalam pasar minyak global menjadi semakin nyata sebagai akibat dari pergolakan di Laut Merah dan lonjakan tarif angkutan. Perubahan ini mempengaruhi pola pembelian minyak mentah, dengan beberapa kilang di Eropa memilih melewatkan pembelian minyak mentah Basrah Irak dan mengambil kargo dari Laut Utara dan Guyana. Di Asia, permintaan minyak mentah Murban di Abu Dhabi meningkat, menyebabkan lonjakan harga spot pada pertengahan Januari 2024, sementara pengiriman minyak mentah dari AS ke Asia mengalami penurunan lebih dari sepertiga bulan lalu.

Pergeseran ini, dipicu oleh penurunan lalu lintas kapal tanker melalui Terusan Suez, membuat pelaku pasar dihadapkan pada pilihan sulit antara keamanan pasokan dan memaksimalkan keuntungan. Meskipun situasinya tidak bersifat permanen, negara-negara yang bergantung pada impor, seperti India dan Korea Selatan, kesulitan mendiversifikasi sumber pasokan minyak mereka. Selain itu, perusahaan pemilik kilang minyak menghadapi pembatasan fleksibilitas dalam merespons dinamika pasar yang berubah dengan cepat, yang pada akhirnya dapat mengurangi margin mereka.

Analisis dari Kpler menunjukkan penurunan transit kapal tanker minyak melalui Terusan Suez, dengan turunnya 23% pada bulan lalu dibandingkan dengan November 2023. Dampaknya juga terasa pada pasar produk, dengan aliran bahan bakar diesel dan jet dari India dan Timur Tengah ke Eropa, serta bahan bakar minyak dan nafta Eropa yang menuju ke Asia menjadi kelompok yang paling terkena dampaknya.

Serangan di Laut Merah juga meningkatkan harga minyak, melebihi biaya transportasi yang lebih tinggi. Para penyuling mulai beralih ke produksi lokal jika memungkinkan, namun, tarif kapal tanker minyak mentah Suezmax dari Timur Tengah ke Eropa Barat Laut melonjak sekitar setengahnya sejak pertengahan Desember 2023. Meskipun diversifikasi masih memungkinkan, hal ini memerlukan harga yang lebih tinggi dan dapat mengurangi margin kilang.

Sementara situasi di Laut Merah tidak diperkirakan akan mengarah pada penataan ulang aliran minyak dalam jangka panjang, risiko gangguan yang lebih besar masih ada, terutama setelah serangan Houthi terhadap kapal tanker yang membawa bahan bakar Rusia. Geopolitik yang tidak stabil dapat membuat perusahaan penyulingan, khususnya di Asia, harus lebih fleksibel dalam menghadapi masa sulit ini.

Share to :
6
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io