Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

Potensi Peningkatan Permintaan LNG Australia Dorong Fokus Woodside Energy

Proyeksi Peningkatan Permintaan LNG Australia 50% dalam Dekade Mendatang, Woodside Energy Group Ltd. Optimis terhadap Pertumbuhan Pasar Asia.

Author's avatar Intervest
by Intervest May 13, 2024 15:49:31
Potensi Peningkatan Permintaan LNG Australia Dorong Fokus Woodside Energy Image's

Potensi peningkatan permintaan gas alam cair (LNG) Australia mencapai 50% dalam satu dekade ke depan menjadi titik sorot bagi Woodside Energy Group Ltd., pemain kunci dalam industri ini.

Dalam proyeksi tersebut, Chief Executive Officer Woodside, Meg O’Neill, menyoroti optimisme mereka terhadap pertumbuhan permintaan, terutama dari pasar-pasar di Asia yang sedang berkembang. Meskipun akan ada pasokan baru yang masuk ke pasar, diprediksi bahwa peningkatan permintaan yang signifikan akan menyerapnya dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, tren optimis ini muncul di tengah-tengah perdebatan tentang peran gas dalam transisi energi global menuju sumber daya yang lebih ramah lingkungan. Meskipun beberapa pemasok utama LNG seperti Shell Plc telah menurunkan estimasi konsumsi mereka, Woodside tetap yakin akan pentingnya gas untuk menyokong energi terbarukan yang sifatnya intermiten.

Woodside sedang fokus pada sejumlah proyek, termasuk proyek LNG Scarborough senilai US$12 miliar di Australia, dan juga sedang mempertimbangkan kemungkinan akuisisi lain. Meskipun ada upaya untuk ekspansi melalui kerja sama dengan pesaing seperti Santos Ltd., beberapa kesepakatan masih dalam tahap perundingan.

Di sisi lain, Qatar, yang menjadi pesaing utama AS dan Australia sebagai eksportir LNG terbesar, juga memperkirakan adanya peningkatan permintaan yang signifikan. Dengan rencana peningkatan kapasitas produksi yang agresif, Qatar berharap dapat memenuhi kebutuhan global yang terus tumbuh.

Namun, keputusan AS untuk menunda pemberian izin ekspor LNG baru telah menciptakan ketidakpastian di pasar. O’Neill mencatat bahwa tindakan semacam itu meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas regulasi di AS dan negara-negara lain, yang dapat mengganggu investasi jangka panjang.

Meskipun harga spot LNG Asia saat ini sedang berada pada level terendah, di tengah cuaca dingin dan persediaan yang berlimpah, proyeksi peningkatan permintaan dalam beberapa tahun ke depan memberikan peluang bagi para eksportir. Meski begitu, kondisi pasar tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti situasi di Timur Tengah dan pertumbuhan ekonomi China.

Share to :
5
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io