Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

Saham Astra (ASII) Alami Koreksi Terbesar, Harga dan Proyeksi Menarik Investor

Analisis saham ASII: Koreksi harga, nilai PER dan PBV terendah dalam 5 tahun. Peluang investasi dan pandangan analis untuk investor cerdas.

Author's avatar Deanra
by Deanra May 16, 2024 13:10:43
Saham Astra (ASII) Alami Koreksi Terbesar, Harga dan Proyeksi Menarik Investor Image's

JAKARTA — Perdagangan saham PT Astra International Tbk. (ASII) di awal tahun 2024 tercatat dalam tren negatif dengan koreksi 10,2% year-to-date (ytd). Saham ASII diperdagangkan dengan nilai PER dan PBV terendah dalam 5 tahun terakhir.

Sejalan dengan koreksi harga, saham ASII tercatat tengah dibanderol dengan nilai price-earning ratio (PER) 6,53 kali, di bawah rata-rata 8,61 dalam 5 tahun terakhir. Begitu pula dengan price to book ratio (PBV) yang mencapai 1,07 kali, lebih rendah dari rata-rata 1,33 dalam 5 tahun terakhir.

Meskipun mengalami penurunan, mayoritas analis masih merekomendasikan beli saham ASII, dengan 23 dari 32 analis memberikan rekomendasi tersebut. Sementara 6 analis memberikan peringkat hold dan 3 analis jual.

Target harga saham ASII dalam 12 bulan ke depan mencapai Rp6.761,79 menurut konsensus, mencerminkan potensi return sekitar 35,2% dari harga saat ini, yaitu Rp5.000.

Beberapa sekuritas, seperti Macquarie, JP Morgan, CLSA, dan Sucor Sekuritas, telah merevisi peringkat rekomendasi saham ASII. Analis PT Sucor Sekuritas Christofer Kojongian menyebutkan bahwa risiko persaingan dari pabrikan mobil Korea Selatan dan China menjadi faktor utama dalam penurunan rekomendasi.

Saham ASII, yang sebelumnya menghadapi sentimen negatif terkait skandal Daihatsu, kehadiran pabrikan mobil China BYD di Indonesia, dan wacana kenaikan pajak kendaraan roda dua, terus dipantau oleh para pelaku pasar.

Pangsa pasar Astra International (ASII) dalam industri mobil nasional masih cukup kuat, mencapai 56% sepanjang tahun 2023. Meskipun demikian, perusahaan ini mengalami penurunan penjualan mobil sebesar 2,34% secara year-on-year (yoy) pada periode Januari-Desember 2023.

Head of Corporate Communications Astra International, Boy Kelana Soebroto, mengungkapkan bahwa realisasi penjualan mobil nasional sepanjang tahun 2023 mencapai 560.717 unit, menyumbang pangsa pasar sebesar 56%. Total penjualan mobil Grup Astra pada bulan Desember 2023 mencapai 47.659 unit, dengan penjualan merek Toyota dan Lexus sebagai kontributor terbesar.

Astra International juga telah melibatkan diri dalam pasar mobil listrik dengan berbagai model seperti Lexus UX, Toyota bZ4x, dan Lexus RZ untuk segmen BEV, serta Toyota Rav4 dan Lexus RX untuk segmen PHEV. Perusahaan berharap industri otomotif dapat terus memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2024.

Share to :
55
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io