Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

Tantangan dan Tren Perusahaan Kertas Fajar Surya Wisesa Tbk.

PT Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW) mengalami penurunan laba bersih drastis di 2023. Analisis kinerja dan dampaknya terhadap pasar saham.

Author's avatar Deanra
by Deanra May 03, 2024 23:35:48
Tantangan dan Tren Perusahaan Kertas Fajar Surya Wisesa Tbk. Image's

PT Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW), perusahaan kertas yang merupakan milik mendiang taipan RI Winarko Sulistyo, menghadapi tantangan serius sepanjang tahun 2023. Meskipun pada tahun sebelumnya berhasil meraih laba bersih sebesar Rp119,92 miliar, namun pada tahun tersebut mereka harus mencatatkan rugi bersih sebesar Rp625,86 miliar.

Menurut laporan keuangannya yang dirilis hari Kamis, 15 Februari 2024, FASW mengalami penurunan penjualan yang signifikan, mencapai Rp7,72 triliun pada akhir tahun 2023. Ini merupakan penurunan sebesar 29,08% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp10,89 triliun.

Perusahaan ini hanya memiliki satu segmen usaha, yaitu kertas kemasan, dengan penjualan domestik mencapai Rp5,56 triliun dan ekspor ke negara-negara Asia lainnya sebesar Rp2,16 triliun.

Turunnya penjualan tersebut juga diikuti dengan penurunan beban pokok penjualan sebesar 22,26% menjadi Rp7,69 triliun pada tahun 2023, dibandingkan dengan Rp9,89 triliun pada tahun sebelumnya.

Namun, meskipun berhasil mengurangi beban-beban tersebut, laba bruto Fajar Surya Wisesa turun drastis sebesar 97,19% menjadi Rp27,90 miliar dari sebelumnya Rp991,96 miliar pada tahun 2022.

Setelah mengurangi berbagai beban, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp625,86 miliar pada tahun 2023, berbanding terbalik dengan laba bersih sebelumnya sebesar Rp119,92 miliar pada tahun 2022.

Di sisi aset, perusahaan mencatatkan penurunan menjadi Rp12,54 triliun pada akhir Desember 2023, dibandingkan dengan Rp12,87 triliun pada akhir 2022. Sementara itu, liabilitas meningkat menjadi Rp8,18 triliun pada akhir tahun 2023, dari Rp7,86 triliun pada tahun sebelumnya. Ekuitas perseroan juga turun menjadi Rp4,36 triliun pada 31 Desember 2023, dari Rp5,01 triliun pada Desember 2022.

Sementara itu, di pasar saham, harga saham FASW stagnan di level Rp5.800 per saham hingga penutupan perdagangan sesi I pada Kamis, 15 Februari 2024. Kapitalisasi pasar perusahaan ini tercatat sebesar Rp14,37 triliun. Selama 3 bulan terakhir, saham Fajar Surya Wisesa mengalami koreksi sebesar 0,43%.

Share to :
3
Author Image of Deanra

Deanra

-

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io