Loading... Please wait...
Logo Icon

INTERVEST

Hati-hati penipuan : Kami (intervest.io) tidak menyediakan layanan penitipan dana atau deposit yang menjanjikan keuntungan.
Logo Icon
INTERVEST
-- ticker loading --
Insight

Tekanan Jual Saham UNVR Meningkat, Apa yang Terjadi?

Masa sulit bagi pemegang saham UNVR karena tekanan jual yang berlanjut. Pelajari faktor-faktor yang memengaruhi saham UNVR dan rekomendasi analis terkait investasi.

Author's avatar Intervest
by Intervest May 04, 2024 13:13:54
Tekanan Jual Saham UNVR Meningkat, Apa yang Terjadi? Image's

Pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menghadapi masa sulit seiring terus berlanjutnya tekanan jual terhadap saham produsen barang konsumsi pokok ini. Pada Rabu (17/4), saham UNVR tercatat melemah sebesar 6,69% ke level Rp 2.370 per saham. Penurunan ini membawa saham UNVR ke level terendah sejak Maret 2010. Meskipun pada hari berikutnya, Kamis (18/4), harga saham UNVR sedikit menguat 0,84% ke posisi Rp 2.390 per saham.

Menurut data dari RTI, pergerakan saham UNVR mengecewakan sepanjang tahun ini. Sejak awal tahun, saham UNVR telah melemah sebanyak 32,29%. Bahkan bagi investor yang telah memegang saham UNVR selama 5 tahun terakhir, mereka sudah mengalami kerugian hingga 72,69%.

Agung Ramadoni, Head of Equities Investment dari Berdikari Manajemen Investasi, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan tekanan pada saham UNVR. Pertama, persaingan yang semakin ketat di segmen personal care dengan munculnya pemain baru, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kedua, kurangnya inovasi dan efisiensi operasional, terutama terlihat dari tren penurunan margin.

Selain itu, saham UNVR juga tertekan oleh efek boikot terhadap produknya. Masyarakat Indonesia yang pro Palestina cenderung menghindari produk-produk yang berasal dari negara yang memiliki keterkaitan dengan Israel. Boikot ini telah berdampak signifikan terhadap kinerja UNVR, terutama terlihat dari penurunan laba bersih pada kuartal IV-2023 sebesar 18,7% secara year on year (YoY).

Christine Natasya, seorang analis dari Bahana Sekuritas, menyebutkan bahwa UNVR mengalami penurunan penjualan dua digit yang signifikan pada kuartal IV-2023, terutama karena adanya misinformasi di media sosial yang menyerukan boikot terhadap produk yang diduga mendukung Israel. Antisipasi penurunan pendapatan di tengah persaingan yang semakin ketat dan dampak dari konflik di Timur Tengah masih menjadi tantangan bagi UNVR.

Sementara itu, Ivan dari Binaartha Sekuritas memperkirakan bahwa koreksi saham UNVR masih dapat berlanjut, setidaknya menuju level Rp 2.000-Rp 2.100 hingga akhir semester I-2024. Dari sisi teknikal, indikator MACD menunjukkan momentum yang masih bearish.

Joshua Marcius, seorang analis dari Phillip Sekuritas Indonesia, juga menilai bahwa saham UNVR terus mengalami tekanan dan belum mampu melewati resistance dinamis EMA 34 pada level harga Rp 2.790. Selain itu, stochastic mengarah ke bawah pada area netral, menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut ke level support Rp 2.210.

Menghadapi kondisi ini, baik Ivan maupun Joshua merekomendasikan untuk menunggu dan melihat perkembangan lebih lanjut terhadap saham UNVR. Sementara Agung belum merekomendasikan untuk membeli saham UNVR saat ini. Meskipun valuasi saham UNVR saat ini tercatat pada price to earnings ratio (PER) 18 kali, yang merupakan level termurah sejak tahun 2009, namun jika tren penurunan terus berlanjut, valuasi tersebut kemungkinan tidak akan tetap murah.

Dengan kondisi yang terus menekan, pemegang saham UNVR dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola investasi mereka, sambil terus memantau perkembangan pasar dan berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Share to :
12
Author Image of Intervest

Intervest

Technology Enthusiast 👨‍💻, Stock Market Enthusiast 🚀

Artikel Lainnya

©2024 Intervest.io